APA YANG KITA CARI DI AKHIR RAMADAN?

BERADA di hari-hari terakhir Ramadan begini, apakah yang kita cari? Malam Al Qadr kah? Ketakwaan kah? Ampunan Allah? Kesyukuran atas nikmat-Nya? Atau apa? Jawaban yang kita berikan atas pertanyaan itu akan memberikan arah kemana kita bakal melangkah di penghujung bulan suci ini.

Bagi yang memburu malam al Qadr, dia akan melakukan apa saja untuk memperoleh pahala 1000 bulan. Bacaan shalatnya dipanjangkan lebih dari biasanya. Tidur malamnya dikurangi, diganti siang hari. Meninggalkan rumah dan keluarga untuk beri’tikaf selama beberapa hari. Semua itu diniatkan agar bisa bertemu dengan Lailatul Qadr. Karena, konon setiap amalan akan dilipatgandakan dengan balasan yang menggiurkan, lebih dari 80 tahun terus-menerus berbuat kebajikan.

Jika sedang shalat, pahala shalatnya berlipat 1000 bulan. Jika sedang membaca Al Qur’an, pahala bacaannya berlipat 1000 bulan. Jika sedang bersedekah, pahala sedekahnya berlipat 1000 bulan. Lantas, seberapa besarkah nilai shalat, bacaan Al Qur’an, dan sedekah yang akan dilipatgandakan itu?

Jika nilai shalat diukur dengan angka 0 s/d 10 atas kualitas kekhusyukan, maka pahala Lailatul Qadr kita adalah 1000 bulan dikalikan nilai kekhusyukan kita saat itu? Jika, nilai kekhusyukan kita saat itu ‘sepuluh’, maka pahala kita akan setara dengan 10 x 1000 bulan. Jika nilai kualitas kekhusyukan kita ‘lima’, maka nilai pahala kita menjadi 5 x 1000 bulan. Tetapi, ketika nilai kualitas kekhusyukan kita ‘nol’, pahala yang kita peroleh di malam Al Qadr itu adalah 0 x 1000 bulan, dan hasilnya pun nol.

Lagi pula, benarkah nilai shalat seorang hamba terdapat pada kekhusyukannya yang tanpa makna? Apakah bukan pada penerapan nilai-nilai shalat di kehidupan nyata? Yakni, orang yang perilakunya tercegah dari perbuatan keji dan munkar – “innash shalata tanha ‘anil fakhsyai wal munkar” sebagaimana Allah firmankan dalam Qs. Al Ankabuut (29): 45.

Sehingga, orang-orang yang sudah menjalankan shalat tetapi perilakunya masih belum mencerminkan nilai-nilai shalatnya, masih diancam dengan neraka oleh Allah. “Fawailul lil mushallin – Nerakalah tempat orang-orang yang shalat. “Alladzina hum ‘an shalatihim sahun – yaitu orang-orang yang lalai terhadap nilai-nilai shalatnya”. Shalat yang tidak berdampak pada perilakunya…

Berapa pula nilai bacaan Al Qur’an dan sedekah kita agar memperoleh pahala Lailatul Qadr? Sepuluh, lima, ataukah nol? Apakah yang menjadi tolak ukur nilai bacaan Al Qur’an? Kefasihan bacaannya kah? Keindahan lagunya kah? Kepahamannya? Atau, aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari? Untuk apakah kita hafal Al Qur’an tetapi nilai-nilainya tidak tercermin pada akhlak kita dalam menjalani kehidupan..?

Lantas, apa pula ukuran sedekah yang bakal mendapat ganjaran? Jumlahnya yang besar kah? Sering tidaknya bersedekah? Keikhlasan? Kemanfaatan dan kemaslahatan? Ataukah rasa kepedulian kepada sesama, dan bukan eksploitasi ke-dhu’afa-an yang kita jadikan ladang bagi keinginan kita memperoleh pahala atas penderitaan mereka..?

Apakah yang kita cari di akhir-akhir Ramadan ini? Perlipatan pahala 1000 bulan atas kualitas ibadah kita kah? Ataukah, mencari ampunan Allah atas segala kesombongan kita sebagai hamba yang merasa pantas memperoleh pahala atas amalan yang tidak seberapa. Bahkan, seringkali tak jelas kualitasnya.

Dimanakah posisi Allah dalam kesadaran spiritual kita, ketika benak kita terisi oleh hiruk pikuknya “berburu pahala” Lailatul Qadr? Padahal, para malaikat yang diturunkan di malam yang penuh berkah itu hadir ke dunia atas izin Tuhannya. Tuhan yang telah terpinggirkan oleh hebohnya keinginan kita memburu pahala 1000 bulan…

Pahala manakah yang kita harapkan, ketika nilai shalat kita sendiri pun kita tidak tahu? Pahala mana pula yang mau kita raih, ketika makna bacaan Al Qur’an pun kita tidak paham? Dan pahala seperti apa yang kita harapkan dari sedekah yang kita lakukan hanya karena supaya kita memperoleh balasan berlipat ganda dari ke-dhuafa-an orang-orang yang menderita..?

Wahai hamba-hamba yang sedang berpuasa, apakah yang kita cari di hari-hari terakhir Ramadan ini..?!

DIKUTIP OLEH AGUS MUSTOFA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: